Home News Demi Keuntungan, Oknum Kordinator PSM Kecamatan Karang Bahagia Diduga Paksa KPM Beli...

Demi Keuntungan, Oknum Kordinator PSM Kecamatan Karang Bahagia Diduga Paksa KPM Beli Paket Sembako

56
0

Kabupaten Bekasi – Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang sebelumnya disalurkan dalam bentuk bahan pangan pokok kepada keluarga penerima manfaat (KPM), sudah diganti menjadi bantuan uang tunai.

Namun di lapangan, ketentuan Kementerian Sosial (Kemensos) RI itu diduga masih dicurangi oleh sejumlah oknum. Salah satunya terjadi hampir seluruh Desa di Wilayah Kecamatan Karang Bahagia. Seperti di Desa Karangsatu Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi Jawa Barat, yang Membagikan Bansos uang tunai pada Hari Senin (28/11/2022).

Diduga sebagian Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ada terkesan dipaksakan oleh Oknum Kordinator PSM Kecamatan Karang Bahagia yang mengkordinir E-Warung agar membelanjakan uang tunai yang mereka terima oleh kantor pos untuk membeli paket sembako.

Diperkuat adanya dugaan dipaksakan untuk beli Paket sembako, Salah satunya informasi dari Rukun Tetangga (RT) untuk mengarahkan warganya membeli paket sembako.

“Kalau aturannya boleh dimana saja, kenapa warga harus di arahkan, gak mau takut salah”, ujar RT kepada wartawan, saat menanyakan hal tersebut.

Pantauan wartawan, Dilokasi penyaluran BPNT dibeberapa Desa Diwilayah Kecamatan Karang Bahagia Hampir keseluruhan membeli paket sembako yang seharunnya uang Tunai. Salah satunya di Desa Karangsatu.

Skema penyaluran uang tunai untuk KPM Warga Desa Karangsatu disalurkan oleh kantor Pos dan dibantu oleh Pemerintahan Desa Karangsatu, mulai dari aparatur Desa dan BPD.

Dari jumlah uang senilai Rp600 ribu yang diterima, Sebagian KPM disinyalir harus membelanjakan Rp400 ribu untuk dua paket sembako

Tak sampai di situ, dari uang Rp 400 ribu yang dibelanjakan di agen, KPM mengaku tidak mendapatkan barang yang kualitasnya bagus. Ada indikasi kerugian dari KPM hingga terjadinya monopoli.

‘’Kita tidak menerima kwitansi pembelian, harusnya kan dapat kwitansi rincian pembelian, ini tidak ada. Contoh kecil saja beras yang kita terima itu sangat buruk, tidak sesuai kualitas premium” terang LA salah satu warga Desa Karangsatu selaku KPM mengatakan kepada wartawan.

Tak Hanya Warga Desa Karang Satu, salah satu Warga Desa lainnya juga mengeluhkan yang sama.

“Berasnya kayak beras tembusan, warna kuning, tadi sudah dimasak, berasnya megar warna kuning”, ujarnya.

Tokoh pemuda Desa Karagsatu, Kando Widodo yang berada diruangan Kepala Desa berang dan meminta Kepala Desa untuk mengavaluasi atas polemik dan kegaduhan ini agar tidak terjadi lagi.

Bahkan, Politisi PDIP itupun mengultimatum jika Pemerintah Desa tidak bisa mengevaluasi, maka biarkan masyarakat yang akan mengevaluasi sendiri dengan cara kami selaku masyarakat.

Berdasarkan informasi yang diterima, disalah satu Agen di Wilayah Kecamatan Karang Bahagia, bahwa ia hanya ketitipan barang, kalau mau lebih jelas silah tanya Joko Kordinator PSM Kecamatan Karang Bahagia.

Sementara itu, Joko yang juga sebagai Kordinator Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kecamatan Karang Bahagia saat dikonfirmasi memilih bungkam seribu bahasa. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

nine + one =